Kegiatan Selanjutnya

JavaScript either reported a fatal error or is not running.

Kegiatan Akan Datang

No events found

Statistik Pengunjung

000000
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Keseluruhan
0
0
0
0
0
0

IP Anda: 54.197.211.197
Server Time: 2014-11-27 15:00:32

Login

Top Panel

Catatan

Isi dan semua bentuk pengutipan yang terikat oleh hukum dalam artikel di web ini sepenuhnya tanggung jawab penulis.

Kesalahan
  • JLIB_DATABASE_ERROR_FUNCTION_FAILED
  • Expected response code 200, got 403 Sistem Layanan Perpustakaan - Website Balai Diklat Keagamaan Bandung

    Forbidden

    Error 403

  • Expected response code 200, got 403 Sistem Layanan Perpustakaan - Website Balai Diklat Keagamaan Bandung

    Forbidden

    Error 403

Sistem Layanan Perpustakaan

H. Mamam Sutriaman

Abstrak.

Keberadaan perpustakaan sekolah seharusnya menjadi tempat mencari sumber informasi, menumbuhkan minat baca, membantu menggairahkan semangat belajar, mendorong membiasakan siswa belajar mandiri, dan memberi hiburan yang sehat. Kenyataan yang ditemukan di lapangan masih  banyak sekolah-sekolah yang belum memiliki perpustakaan (terutama di SD/MI) dan kekurangan tenaga perpustakaan. Sementara sekolah yang sudah mempunyai perpustakaan juga belum sepenuhnya sesuai dengan harapan. Hal ini disebabkan oleh berbagai hambatan di lapangan.

 Dengan hadirnya Tulisan ini penulis akan membahas tentang system layanan yang harus dilakukan dalam mengelola perpustakaan, diharapkan nantinya bagi sekolah/madrasah yang sudah memiliki perpustakaan dapat menggunakan system layanan ini, sesuai dengan situasi dan kondisi perpustakaan yang bersangkutan sehingga pada pelaksanaannya dirasakan lancer, aman tertib dan menyenangkan seperti yang telah dilakukan oleh perpustakaan perpustakaa kebanyakan dilingkungan sekolah/madrasah  atau perpustakaan lainnya.

Kata Kunci: Sistem Layanan Perpustakaan

 

 

A.      Pendahuluan

Layanan perpustakaan. adalah pemberian informasi kepada pengguna perpustakaan. Melalui layanan. perpustakaan, pengguna dapat memperoleh informasi informasi yang dibutuhkan secara maksimal. Sedangkan pengertian informasi menurut Soejono Trimo (1987:2) sekumpulan data yang telah diproses dalam format tertentu yang memberikan arti kepada yang menerimanya, mengandung unsur surprise, dan bersifat tidak statis sebagai bahan pengambilan keputusan. Berdasarkan batasan istilah tersebut di atas, tidaklah berlebihan bila dikatakan. bahwa di era abad informasi ini, diperlukan. suatu perpustakaan yang memiliki kesigapan dalam memberikan layanan informasi. Kesigapan dalam memberikan. layanan informasi akan berjalan. efektif, bilamana. layanan. perpustakaan memperhatikan kebutuhan dan kepentingan pengguna; layanan diberikan atas dasar keseragaman, keadilan dan. pemerataan; dilaksanakan secara optimal dan dilandasi oleh peraturan yang jelas; dan layanan. dilaksanakan. Secara cepat, tepat dan mudah melalui cara yang teratur, terarah dan. cermat.

B. Sistem Layanan Perpustakaan

Sistem layanan perpustakaan, biasanya ditentukan oleh banyak hal yang menyangkut jumlah pustakawan, jumlah koleksi yang dimiliki perpustakaan, jumlah pemakai yang dilayani, jenis layanan, macam layanan yang tersedia, dan. besar kecilnya gedung perpustakaan. Sistem layanan perpustakaan. dibedakan. tiga sistem, yakni:

$11.        Sistem Layanan Terbuka (Open Acces)

Dalam sistem layanan terbuka (open acces), para pengguna perpustakaan bebas mencari sendiri informasi yang terekam dalam suatu dokumen berupa buku atau non buku (book material atau pun non book material). Sisi positif dari sistem ini adalah pengguna perpustakaan akan leluasa memilah-milah sendiri buku yang tersedia biasanya diterupkan pada perpustakaan-perpustakaan yang memiliki volume koleksi yang besar, dengan tenaga layanan yang jumlahnya sedikit. Sisi negatif dari sistem ini, koleksi perpustakaan relatif mudah rusak, karena pengguna bebas memegang & mengambil, menaruh sesuai dengan keperluannya. Perlu kesiapan petugas dalam penataan buku di rak (shelving)

  1. :

$1a.       Pengguna bebas  bahan pustaka di rak.

$1b.      Pengguna tidak harus menggunakan catalog

$1c.       Pengguna dapat mengganti bahan pustaka yang isinya mirip, jika bahan pustaka yang dicari tidak ada.

$1d.      Pengguna dapat membandingkan isi bahan pustaka dengan judul yang dicarinya.

$1e.       Bahan pustaka lebih bermanfaat dan didayagunakan

$1f.       Menghemat tenaga pustakawan

Kelemahan menggunakan akses layanan terbuka:

$1a.      Pengguna cenderung mengembalikan bahan pustaka seenaknya, sehingga mengacaukan dalam penyusunan bahan pustaka di rak.

$1b.      Lebih besar kemungkinan kehilangan bahan pustaka.

$1c.       Tidak semua pengguna paham benar dalam mencari bahan pustaka di rak apalagi jika koleksinya sudah banyak.

$1d.      Bahan pustaka lebih cepat rusak.

$1e.       Terjadi perubahan susunan bahan pustaka di rak, sehingga perlu pembenahan terus men

$12.        Sistem Layanan Tertutup (Close Acces)

Dalam sistem layanan tertutup (close acces), para pengguna perpustakaan tidak bisa mengambil sendiri buku yang diperlukan. Untuk mengetahui macam, jenis, subyek koleksi perpustakaan, pengguna harus terlebih dahulu melihat pada katalog yang berkaitan dengan topik atau pokok bahasan yang harus selalu melayani, mengambil dan mengembalikan buku sehingga banyak memakan waktu. Kalau petugas layanan  jumlahnya memadai, sistem ini menguntungkan perpustakaan, namun bilaman tenaganya terbatas, maka sistem ini akan melelahkan bagi petugas perpustakaan.

Kelebihan menggunakan akses layanan tertutup :

$1a.       Bahan pustaka tersusun rapi di rak, karena hanya petugas yang mengambil.

$1b.      Kemungkinan kehilangan bahan pustaka sangat kecil.

$1c.       Bahan pustaka tidak cepat rusak

$1d.      Penempatan kembali bahan pustaka yang telah digunakan ke rak lebih cepat

$1e.       Pengawasan dapat dilakukan secara longgar.

$1f.       Proses temu kembali lebih efektif.

Kekurangan menggunakan akses layanan tertutup:

$1a.      Pengguna tidak bebas dan kurang puas dalam menemukan bahan pustaka

$1b.      Bahan pustaka yang didapat kadang-kadang tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna

$1c.       Katalog cepat rusak

$1d.      Tidak semua pengguna paham dalam menggunakan tehnik mencari bahan pustaka melalui catalog

$1e.       Tidak semua koleksi dimanfaatkan dan didayagunakan oleh pengguna

$1f.       Perpustakaan lebih sibuk.

$13.        Sistem Layanan Campuran ( Mixed Acces )

Pada akses layanan campuran perpustakaan dapat menerapkan dua sistem pelayanan sekaligus, yaitu layanan terbuka dan layanan tertutup. Perpustakaan yang menggunakan sistem layanan campuran biasanya memberikan layanan secara tertutup untuk koleksi skripsi, koleksi referens, Deposit, atau tesis, sedangkan untuk koleksi lainnya menggunakan akses layanan terbuka. Sistem layanan campuran ini biasanya diterapkan di perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan sekolah.

Kelebihan menggunakan akses layanan campuran:

$1a.      Pengguna dapat langsung menggunakan koleksi referens dan koleksi umum secara bersamaan.

$1b.      Tidak memerlukan ruang baca khusus koleksi referens.

$1c.       Menghemat tenaga layanan.

Kekurangan menggunakan akses layanan campuran :

$1a.       Petugas sulit mengeontrol pengguna yang menggunakan koleksi referens dan koleksi umum sekaligus.

$1b.      Ruang koleksi referens dan koleksi umum menjadi satu.

$1c.       Perlu pengawasan yang lebih ketat.

C. Persiapan Layanan Perpustakaan

Ha-hal yang perlu disiapkan dalam memberikan layanan perpustakaan, agar kualitas layanan menjadi baik adalah sebagai berikut:

a. Ruang Perpustakaan

Ruang perpustakaan diatur sedemikian rupa, sehingga mempunyai daya pikat tersendiri bagi pengunjung perpustakaan, sesuai dengan kondisi masingmasing. Ruang perpustakaan diusahakan tidak gelap, dan dihindari cahaya matahari masuk secara langsung. Ruang perpustakan juga dilengkapi dengan papan-papan petunjuk, sehingga pengguna bisa membaca dan mencarinya, untuk menghindari pengguna yang segan bertanya. Begitu pula dengan gedung perpustakaan diusahakan dapat dilihat dari beberapa sisi, dan di tengah- tengah aktifitas kegiatan lembaga induknya.

b. Buku-buku diatur dengan baik

Buku perpustakaan yang sudah diolah dengan menggunakan system klasifikasi tertentu, dan diberi kelengkapan lainya, misalnya kode buku, kartu buku, kantong buku dan lidah buku dan lain-lainnya, selanjutnya di tata yang rapi dalam jajaran rak buku yang diurut berdasarkan nomor klasifikasi. Perpustakaan juga perlu memiliki katalog perpustakaan. Katalog perpustakaan bisa berupa buku, kartu, atau katalog terpasang (OPAC).

c. Cara peminjaman

Supaya peminjaman buku dapat dilayani dengan baik, cepat dan tepat, maka perlu ditentukan cara peminjaman. Ada berbagai cara peminjaman, diantaranya menggunakan sistem pencatatan pada buku, sistem kartu perninjaman, dan sistem komputer. Cara perninjaman ini juga disesuaikan dengan kebutuhan kondisi masing-masing perpustakaan. Untuk mendukung efektifitas perninjaman, maka perlu tata tertib perpustakaan, yang mengatur tata cara, peminjaman, perpanjangan, pengembalikan, jumlah buku yang dipinjam, waktu masa peminjaman dan perpanjangan, dan sanksi bagi yang melanggar tata tertib perninjaman.

D. Kesimpulan

Sistem layanan perpustakaan masing masing mempunyai kelebihan dan kekurangan kemudian semuanya beresiko, yang terpenting adalah kenapa menggunakan system terbuka, tertutup dan sentem layanan campuran sudah barang tentu diperhitungkan dengan konsekwensinya dan para pengguna merasa terlayani kebutuhannya dan terciptanya situasi kondisi yang aman, nyaman, tertib dan menyenangkan.

Daftar Bacaan

HS, Lasa. 2002. Membina Perpustakaan Madrasah dan Sekolah Islam. Yogyakarta : ADICITA

            Perpustakaan Nasional RI. Perpustakaan Sekolah: Suatu Petunjuk Membina, Memakai, dan Memelihara Perpustakaan di Sekolah. Jakarta : Perpusnas RI, 1994.

            Pawit M. Yusuf dkk. 2007, Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah, Cet. II hal. 1, Jakarta: Prenada Media.

            Jogiyanto. 2005, Sistem Informasi Strategik untuk Keunggulan Kompetitif, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta.

            Saleh, Nurachman, Perpustakaan sebagai Jembatan Pengetahuan , dalam Seminar Nasional

Jaringan Dokumentasi dan Informasi di Era Informasi/Masyarakat berpengetahuan 2004

(Surabaya: Perpustakaan Ubaya, 2004).

/           Trimo, Soejono. Buku Panduan untuk Mata Kuliah Reference Work is Bibliogrfi dengn Sistem Moduler. Jakarta : Bumi Aksara, 1997.

            Yusuf, Pawit M, Layanan Perpustakaan dan Informasi. Bandung : JIP FIKOM Universitas Padjadjaran, 1995.

             Rancangan peraturan pemerintah republik indonesia nomor tahun 2009 tentang Standar nasional perpustakaan