Top
    bdk_bandung@kemenag.go.id
(022) 7800147
Keaktifan Belajar Siswa di Masa Pandemi

Keaktifan Belajar Siswa di Masa Pandemi

Minggu, 15 Agustus 2021
Kategori : Gumeulis
598 kali dibaca

Keaktifan Belajar Siswa di Masa Pandemi

Oleh: Rizcka Fatya Rahayu

Pendidikan dalam Islam merupakan suatu proses bimbingan pembelajaran dan tuntunan serta perlatihan terhadap manusia (peserta didik) yang memungkinkan seseorang (peserta didik) dapat mengarahkan kehidupannya berlandaskan ajaran Islam yang  mencangkup semua aspek kehidupan yang dibutuhkan agar dapat melaksanakan peran, tugas dan fungsi sebagai hamba yang taat, tunduk dan patuh serta berserah diri kepada Allah serta sebagai khalifah (pemimpin dan wakil Tuhan) di bumi untuk mengolah memelihara dan melestarikan bumi. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan manusia adalah sebagai bentuk pengarahan manusia untuk membentuk pribadi-pribadi muslim yang sempurna, yang paham hakikat eksistensinya di dunia ini serta tidak melupakan kehidupan akhirat. 

Tujuan pendidikan tidak akan tercapai manakala komponen-komponen pendidikan dalam proses pembelajaran tidak berjalan dan tidak berfungsi sesuai dengan semestinya, sehingga tujuan pendidikan harus dinyatakan secara jelas dan tegas oleh setiap orang yang terlibat dalam usaha-usaha pendidikan, agar memahami dengan baik arah pendidikan yang akan dituju. Dalam proses pembelajaran terjadi interaksi antara berbagai komponen, komponen-komponen pembelajaran itu dapat dikelompokkan dalam 3 kategori yaitu: guru, materi ajar, dan siswa Pembelajaran tidak akan terjadi apabila tidak adanya guru (pendidik) yang mengajarkan materi, atau materi ajar tidak akan tersalurkan dengan baik kepada siswa (peserta didik) tanpa adanya metode atau teknik yang tepat, atau pendidik dan metode itu tidak akan ada gunanya tanpa adanya peserta didik. Pendidik harus mempersiapkan perangkat pembelajaran sebelum melaksanakan tugas profesinya, merumuskan tujuan, menentukan metode, menyampaikan bahan ajar, menentukan sumber belajar dan yang paling terakhir ketika pendidik akan melihat hasil pembelajarannya, yaitu dengan melaksanakan evaluasi dari seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pendidik. Oleh karena itu salah satu komponen dalam suatu pembelajaran yaitu harus adanya seorang guru.

Guru agama Islam adalah guru yang bertugas mengajarkan pendidikan agama Islam, tugas utama seorang guru pendidikan agama Islam terletak pada kemampuan dalam proses pembelajaran terhadap peserta didik yang bagaimana materi agama Islam bisa dipahami dan dilaksanakan oleh peserta didik secara tepat dan proporsional. Guru pendidikan agama Islam mempunyai peran sebagai pengajar yang sekaligus merupakan pendidik dalam bidang agama Islam, tugas ini bukan hanya mereka lakukan di sekolah, melainkan tetap melekat pada diri mereka sampai keluar sekolah. Oleh karena itu guru agama Islam harus selalu memperhatikan sikap keteladanan sehingga selalu dituntut untuk mengamalkan ajaran agama, dan seorang guru hendaknya menyampaikan berbagai pengetahuan dan pengalaman kepada peserta didik untuk diimplementasikan dalam kehidupannya melalui proses pembelajaran.

Proses pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses interaksi antara guru dengan siswa yang didalamnya berisi aktivitas peserta didik melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar yang dialami oleh keduanya. Keaktifan belajar siswa merupakan salah satu unsur dasar yang penting bagi keberhasilan proses pembelajaran. Keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran dapat merangsang dan mengembangkan bakat yang dimilikinya, peserta didik juga dapat berlatih untuk berpikir kritis, dan dapat memecahkan permasalahan-permasalahannya selama proses pembelajaran. Dalam upaya peningkatan keaktifan belajar peserta didik, guru dapat berperan dengan merekayasa sistem pembelajaran secara sistematis, sehingga dapat merangsang keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran.

Keaktifan belajar yang dialami oleh peserta didik berhubungan dengan segala aktivitas yang terjadi, baik secara fisik maupun non fisik. Dalam proses pembelajaran peran serta peserta didik dan guru dalam keaktifan belajar sangat  penting, guru harus bisa berperan aktif sebagai fasilitator yang membantu para peserta didik  belajar aktif.  Oleh karena itu  seorang guru harus bisa menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak monoton, karena jika peserta didik terlihat pasif dalam proses pembelajaran, maka seorang guru harus bisa memotivasi, dan membangun kembali minat belajar peserta didik agar aktif dalam kegiatan belajar.

Adanya Pandemi Covid-19 ini telah mengubah pola pembelajaran yang semestinya tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh atau biasa disebut daring. Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai suatu strategi pembelajaran dengan menggunakan suatu media yang memungkinkan terjadi interaksi antara pengajar dan pembelajar. Dalam PJJ antara pengajar dan pembelajar tidak bertatap muka secara langsung, dengan kata lain melalui PJJ dimungkinkan antara pengajar dan pembelajar berbeda tempat, bahkan bisa dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh. Oleh karena itu guru sangatlah berperan dalam pembelajaran jarak jauh ini, bagaimana usaha seorang guru agar para peserta didik untuk terus aktif dan tetap ikut serta dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.

Dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh bisa dirasakan saat ini, komunikasi antara pendidik dengan peserta hanya melalui alat bantu media di dunia virtual yaitu melalui internet, dan jarang sekali untuk bertatap muka langsung saat proses pembelajaran, dalam situasi saat ini pembelajaran jarak  jauh menjadi salah satu ikhtiar yang jalani di dunia pendidikan agar pembelajaran tetap berjalan, walaupun para guru dan peserta didik  merasakan  proses pembelajaran jarak jauh ini kurang efektif dan tidak kondusif, sehingga para peserta didik pun merasakan kejenuhan belajar dan kurang aktif dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh ini.  Kegiatan belajar dari rumah yang telah ditetapkan oleh pemerintah bertujuan agar dapat mendukung proses pembelajaran agar mempermudah para guru untuk bisa tetap menyampaikan materi dengan baik kepada peserta didik.

Namun fakta yang terjadi di lapangan terdapat kesulitan yang dirasakan oleh guru PAI dalam mengaktifkan peserta didik selama proses pembelajaran jarak jauh, para guru PAI pun mengalami kesulitan dalam memilih strategi pembelajaran jarak jauh, dan pembelajaran pun terkesan monoton, sehingga keaktifan peserta didik pun berkurang dalam melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh, sedangkan dari peserta didiknya terdapat keterbatasan dalam memiliki dan menguasai media pembelajaran jarak jauh yang lebih canggih,  sehingga para peserta didik menjadi tidak disiplin, dan mengalami kejenuhan selama proses pembelajaran jarak jauh berlangsung.

Oleh karena itu para guru PAI harus lebih  bisa menyiapkan alat perangkat yang dapat menunjang proses pembelajaran dan mengubah strategi pembelajaran menjadi pembelajaran jarak jauh, sehingga guru harus berpikir keras strategi apa yang dapat memungkinkan peserta didik belajar di rumah, seorang guru PAI harus berupaya atau berikhtiar dalam mengembangkan keaktifan belajar peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh, karena seorang guru adalah ujung tombak keberhasilan  proses pembelajaran, dan dalam proses pembelajaran jarak jauh ini banyak sekali tantangan yang harus dihadapi,  seperti halnya  di sekolah-sekolah atau daerah-daerah yang tertinggal. Oleh karena itu pembelajaran jarak jauh tidak bisa dilaksanakan secara efektif dan efisien karena banyaknya tantangan yang dialami oleh masing-masing daerah.


Sumber :

Penulis : Rizcka Fatya Rahayu

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP