Top
    bdk_bandung@kemenag.go.id
(022) 7800147
Menjadi Guru JOS di Masa Pandemi

Menjadi Guru JOS di Masa Pandemi

Minggu, 15 Agustus 2021
Kategori : Gumeulis
861 kali dibaca

Menjadi Guru JOS di Masa Pandemi

Oleh: Dede Sumiati

Badai pandemi covid-19 telah merubah semua tatanan kehidupan. Tak terkecuali dengan dunia pendidikan. Pembelajaran yang biasa dilaksanakan secara tatap muka, kini harus dilakukan secara daring dengan memanfaatkan jaringan internet. Pada awal pembelajaran secara daring, banyak guru yang merasa kebingungan dalam menyampaikan materi pembelajaran. Banyak keluh kesah orang tua dalam membimbing anak-anak belajar di rumah. Apalagi untuk peserta didik tingkat dasar. Untuk usia SD/MI kendalanya sangat luar biasa. Bisa dibayangkan, pembelajaran yang biasa dilakukan dengan tatap muka bersama anak-anak kelas I SD/MI, kemudian tiba-tiba harus dilaksanakan secara daring, guru kebingungan apalagi orang tua siswa.

Sebelum pandemi, guru dan orang tua bekerjasama untuk menjauhkan anak-anak dari jangkauan gawai, setelah pandemi justru mereka harus mulai bersahabat dengan gawai. Sungguh perubahan yang luar biasa. Namun, seiring berjalannya waktu, pembelajaran secara daring bukan hal yang aneh lagi. Di masa pandemi sekarang ini, guru dan orang tua harus berjuang dan beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru. Apabila dulu gaptek, kini dituntut untuk melek teknologi. Guru dituntut untuk lebih kreatif dalam memberikan materi pembelajaran, sedangkan orang tua di rumah harus lebih aktif dalam membimbing anak-anaknya. Dalam tatap muka pun pembelajaran harus dijelaskan secara berulang-ulang dan bervariatif apalagi dalam belajar secara daring. Oleh karena itu harus ada kerjasama antara guru dan orang tua di rumah.

Menjadi seorang guru adalah karunia yang luar biasa. Karena profesi guru adalah profesi yang mulia. Ada dokter, insinyur, polisi, politikus, asrsitek, dan berbagai profesi lainnya adalah jasa seorang guru. Tidak semua orang bisa menjadi guru. Perlu kecakapan dan pengetahuan yang khusus untuk menjadi guru dan bukan  hal yang mudah untuk menjadi  guru. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, banyak sekali tantangan yang harus dihadapi oleh guru. Pengetahuan  guru harus selangkah lebih maju dari anak didiknya. Guru harus mampu meramu pembelajaran secara daring, yang bisa diterima oleh peserta didik dari berbagai kalangan. Menerima keluh kesah orang tua, serta bijak dalam penggunaan media internet.

Guru itu selalu digugu dan ditiru. Apapun yang dilakukan oleh seorang guru akan ditiru oleh anak-anak didik. Maka, seorang guru harus berhati-hati dalam bertindak dan berperilaku. Guru adalah Role Model  bagi anak-anak didik. Jika sekali saja melakukan kesalahan dalam mendidik, maka seumur hidup akan salah pula bagi peserta didik. Guru laksana cermin bagi peserta didik. Jika peserta didiknya ingin hebat, maka terlebih dahulu gurunya yang harus hebat. Selalu mau berubah kepada hal yang lebih baik lagi. Begitu pun dalam penggunaan media internet saat pandemi sekarang ini, guru harus menjadi garda terdepan dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi ini. Guru pun harus bijak dalam menggunakan media internet. Ingat pepatah, Mulutmu Harimaumu. Namun saat ini pepatah itu berubah menjadi Jarimu Harimaumu. Artinya guru harus berhati-hati dalam menggunakan media internet, apakah itu melalui jejaring sosial  Facebook, WhatsApp, Istagram, Twitter, atau media sosial lainnya. Jadikan media sosial itu sebagai media pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik.

Pada kenyataannya ada beberapa tipe guru yang bisa ditemui saat pandemi sekarang ini, diantaranya adalah:

Guru Biasa

Artinya keberadaan seorang guru tidak membawa dampak apapun bagi anak didiknya. Selama pembelajaran daring, guru hanya monoton memberikan tugas saja, tanpa membuat inovasi-inovasi yang dapat menggairahkan peserta didik.

Guru Tak Biasa

Guru tidak menjadikan media sosial sebagai media pembelajaran untuk anak didiknya. Media sosial hanya dijadikan sebagai bahan untuk menunjukkan eksistensinya di dunia maya yang tidak ada kaitannya dengan pembelajaran.

Guru Luar Biasa

Guru ini adalah panutan semua anak didik. Selalu mencari hal-hal yang baru agar peserta didik merasa enjoy dalam belajar secara daring. Guru luar biasa ini tidak pernah gengsi untuk terus belajar. Mau berbagi dengan teman sejawat lainnya, menjadi motivator bagi peserta didik, dan menjadikan orang tua sebagai mitra untuk mengawal keberhasilan belajar anak-anaknya.

Setidaknya untuk menjadi guru hebat saat pandemi sekarang ini harus memiliki kriteria JOS, yaitu:

1. Jenius

Seorang guru itu harus jenius, artinya mempunyai bakat yang luar biasa. Mampu menciptakan metode-metode yang membuat anak didik merasa nyaman untuk belajar. Mereka harus merasa nyaman, merasa dilindungi, dan penuh kasih sayang. Bukan hanya jenius dalam ilmu pengetahuan, tetapi jenius dalam memposisikan diri sebagai seorang guru yang mampu mendampingi, mengayomi, dan menyayangi anak-anak didik dengan sepenuh hati dan segenap cinta kasih. Jenius pula dalam memanfaatkan teknologi untuk membuat metode pembelajaran yang lebih menyenangkan. Sebagai contoh, saat ini anak-anak demam tik-tok, maka guru bisa memasukan muatan pembelajarnnya dalam bermain tik-tok.

2.Optimis

Sifat optimis perlu ditumbuhkan dalam diri seorang guru. Tidak pesimis ketika menghadapipeserta didik. Selalu memberikan solusi setiap permasalahan yang dimiliki oleh peserta didik, dan tentunya menumbuhkan rasa optimis dalam menyongsong masa yang akan datang. Masa pandemi saat ini dijadikan sebuah peluang untuk lebih mengembangkan metode-metode pembelajaran dengan memanfaatkan jaringan internet.

3. Sportif

Sikap sportif harus senatiasa dicontohkan oleh seorang guru. Tidak boleh egois dalam menyikapi suatu permasalahan. Kejujuran adalah modal utama bagi seorang guru. Mau belajar dan terus menggali ilmu pengetahuan, tidak gengsi untuk terus belajar, dan selalu memberikan contoh yang baik dengan tindakan nyata. Disadari atau tidak, tantangan di masa pandemi ini semakin nyata, tidak ada alasan guru tidak bisa. Selama ada keinginan untuk belajar, pasti bisa.

Ala kullli hal, masa pandemi bukan merupakan sebuah hambatan kita sebagai guru untuk berkarya. Jadikan musibah ini sebagai berkah dan anugerah, mari kita bersama-sama untuk terus belajar, memberikan pelayanan yang terbaik kepada peserta didik. Semoga pandemi ini cepat berlalu, rindu riuh  dan celoteh riang anak-anak di dalam kelas.


Sumber :

Penulis : Dede Sumiati

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP