Top
    bdk_bandung@kemenag.go.id
(022) 7800147
Pendidikan di Masa Pandemi, Semua Orang Harus Jadi Guru

Pendidikan di Masa Pandemi, Semua Orang Harus Jadi Guru

Jumat, 6 Agustus 2021
Kategori : Gumeulis
60713 kali dibaca

Pendidikan di Masa Pandemi, Semua Orang Harus Jadi Guru

Oleh : Acu, S,Pd.

Masa Pandemi Covid-19 membuat propes pendidikan mengalami perubahan terutama kegiatan belajar mengajar semula dilakukan dengan tatap muka. Tetapi kini, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh dengan memanfaatkan jaringan internet, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Dari segi manfaat, dilakukannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) telah membuat proses pendidikan ke arah digitalisasi. Disisi lain, menimbulkan hambatan. Bagi daerah yang mengalami kendala akses internet dan ketiadaan gawai karena rendahnya tingkat ekonomi masyarakat PJJ cukup sulit untuk dilakukan. Selain itu, proses belajar mengajar yang membutuhkan praktek secara langsung juga mengalami kendala. Untuk mengatasi hal itu dibutuhkan inovasi khususnya oleh pihak guru dan madrasah dalam memanfaatkan keadaan yang serba terbatas.Dengan menggunakan tiga pendekatan yang diamanatkan oleh Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan, konsep 3N, yakni Niteni, Niroke, dan Nambahi yang berarti mengamati, meniru, dan menambahkan. Pendekatan ini bisa dilakukan dimanapun,

Tujuan pendidikan adalah untuk membuat cerdas generasi penerus bangsa, serta membentuk karakter bangsa yang berbudaya. Sehingga, tantangan sebesar apapun harus bisa diatasi dan menjadi tanggung jawab bersama. Semua harus menjadi guru yang bisa mendidik anak-anak penerus bangsa.

"Siapa yang bertanggung jawab untuk hal itu?  Pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru, tetapi juga tanggung jawab semua unsur masyarakat. Masa pandemi ini memiliki hikmah untuk membuat gerakan agar semua orang bisa menjadi guru untuk anak-anak agar proses pendidikan tidak terhenti meskipun terdapat beragam kendala .Hal itu perlu adanya mapping untuk memilih orang terbaik yang bisa dilibatkan untuk mengajar dan membimbing anak-anak, mulai dari lingkup keluarga seperti orang tua, kakak, saudara, serta pihak luar yang peduli terhadap pendidikan.

Kalau hal ini digerakan maka memunculkan satu kampung bisa melakukan kegiatan belajar mengajar sehingga menyelamatkan anak kita. Katakan saja guru tak memiliki akes internet tapi dia punya mitra di wilayah anak didik mereka bahkan kakak dan orang tuanya yang lebih bertanggung jawab

Inovasi yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan perangkat sederhana untuk media pembelajaran oleh guru seperti memanfatakan TV. Dengan dikoneksikan ke Handphone atau laptop agar anak-anak yang memiliki kendala ketidakmampuan memiliki gawai bisa melakukan belajar secara berkelompok dan dengan protokol kesehatan di bawah bimbingan guru.melakukan sosialisasi kepada guru agar menyiapkan konten belajar yang interaktif agar peserta didik tidak merasa bosan dan lebih mudah memahami dalam proses belajar. Pelibatan keluarga, sampai mahasiswa juga diperlukan untuk membimbing peserta didik. Inovasi ini bisa menjadi alternatif dalam proses PJJ dan bisa diterapkan oleh pihak madrasag. Mari semua jadi guru untuk menyelamatkan generasi penurus bangsa, seperti para pahlawan menyelamatkan bangsa ini di masa penjajahan.


Sumber :

Penulis :

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP