Diklat Revolusi Mental, Bangun Budaya Kerja dan Pelayanan Masyarakat
  • 20 Juli 2020
  • 1380x Dilihat
  • Berita

Diklat Revolusi Mental, Bangun Budaya Kerja dan Pelayanan Masyarakat

Singaparna (20/7). Dalam kehidupan sehari-hari, praktek revolusi mental adalah menjadi manusia yang berintegritas, mau bekerja keras, dan punya semangat gotong royong dan untuk menciptakan ASN yang berintegritas, Balai Diklat Keagamaan Bandung menggelar DDWK yang bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Usep Saepudin Muhtar, M.Pd dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan ini sehingga dapat meningkatkan SDM pegawai dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya. Karena diklat Revolusi Mental sendiri bertujuan untuk merubah pola pikir dan Membangun Budaya Kerja dan Pelayanan dilingkungan Kemenag.

“Revolusi Mental bertujuan untuk merubah pola pikir (mindset) negatif menjadi positif dan membentuk manusia yang berkarakter sehingga ASN perlu menanamkan revolusi mental untuk dapat merubah diri, agar dapat melakukan perubahan kearah yang lebih baik” tutur Usep.

H. Usep mengharapkan kepada peserta diklat, agar bisa mengikuti dengan baik. Simak betul-betul materi yang disampaikan oleh narasumber karena ini sangat penting dan bisa diterapkan nantinya saat kita memberikan pelayan pada masyarakat. "Setelah ikuti diklat ini yang di KUA tingkatkan pelayanan ke calon pengantin, bahkan ciptakan pelayanan disana sebagai pelayanan prima." Pungkasnya.

Sementara Ketua Panitia dari Balai Diklat Keagamaan Bandung Deni Rochendi mengatakan Diklat ini bertujuan untuk membangun budaya kerja pelayanan dan membekali para birokrat, agar mampu memberikan pelayanan serta memiliki tingkat empati yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di lingkungan kantor kemenag. “Ini akan mengubah cara pandang terhadap permasalahan pelayanan publik di instansi, diklat ini dimulai dari tanggal 20 sampai tanggal 25 Juli 2020 para peserta akan diberikan masker dari panitia" pesannya.

Hadir pada acara pembukaan tersebut para pejabat eselon IV, panitia lokal dan juga panitia dari BDK Bandung, juga widyaiswara yang akan mengampu materi revolusi mental yaitu Hj. Lela Rochmatin Emod dan Ranti Nuranita, dan tentunya 30 orang peserta perwakilan dari Kemenag Kab. Tasikmalaya, KUA, dan Madrasah. (RN)